PERILAKU
SUMBER DAYA MANUSIA DAN MENGELOLA KEANEKARAGAMAN DALAM ORGANISASI
1.PENGEMBANGAN KARIER DAN EVALUASI KINERJA
Evaluasi kinerja atau performance
appraisal pada dasarnya merupakan proses yang digunakan perusahaan untuk
mengevaluasi job performance atau kinerja seorang karyawan dalam
melaksanakan tugas.
Input
Agar penilaian kinerja tidak bias dan
dapat mencapai sasaran sesuai yang dikehendaki oleh organisasi maka perlu di
tetapkan, disepakati dan diketahui faktor-faktor yang akan dinilai/ di evaluasi
sebelumnya sehingga setiap karyawan yang ada dalam organisasi telah mengetahui
dengan pasti faktor-faktor apa yang akan dinilai. Dengan demikian akan tercipta
ketenangan kerja. Perlu ada ruang lingkup pengukuran seperti :
|
Who?
|
Siapa yang harus dinilai?
Yaitu seluruh karyawan yang ada dalam
organisasi dari jabatan tertinggi sampai dengan terendah.
Siapa yang menilai?
Evaluasi kinerja dapat dilakukan oleh
atasan langsung dan atasan tidak langsung. Atau dapat ditunjuk orang tertentu
yang menurut pimpinan organisasi memiliki keahlian dalam bidangnya.
|
|
What?
|
Apa yang dinilai?
Yaitu mencakup Materi berupa hasil
kerja, kemampuan, sikap, motivasi kerja � serta Dimensi waktu berupa kinerja
yang dicapai saat ini dan potensi yang dapat dikembangkan pada masa yang akan
datang.
|
|
Why?
|
Mengapa penilaian kinerja dilakukan?
Yaitu untuk memlihara potensi kerja,
menentukan kebutuhan pelatihan, dasar untuk pengembangan karir dan dasar
untuk promosi jabatan.
|
|
When?
|
Kapan pelaksanaan penilaian kinerja
dilakukan?
Penilaian kinerja formal dilakukan
secara periodik misalnya setiap semester atau setahun sekali � sedangkan penilaian kinerja informal
dilakukan seara terus menerus.
|
|
Where?
|
Dimana penilaian kinerja dapat
dilaksanakan?
Penilaian kinerja dapat dilaksanakan di
dua tempat. Yaitu di tempat kerja yang bersangkutan (on the job
evaluation) dan diluar tempat kerja (off the job evaluation) yaitu
dengan cara meminta bantuan konsultan.
|
|
How?
|
Bagaimana penilaian kinerja
dilakukan?
Yaitu dengan metode tradisional atau
modern. Penilaian dengan metode tradisional yaitu dengan rating scale dan employee
comparison sedangkan metode modern yaitu dengan management by
objective dan assesment centre.
|
Proses
Dalam fase pelaksanaan, proses konsultasi dengan sebanyak
mungkin individu dan kelompok harus dilakukan untuk menjamin seluruh aspek dari
sistem penilaian kinerja dapat dihubungkan secara menyeluruh. Proses tersebut
dapat dilakukan melalui :
|
a.
Briefing:
b. Pelatihan:
|
Penilaian dan yang dinilai harus
diberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai sistem penilaian kinerja.
Penjelesan yang baik dapat berupa face to face, didukung oleh buku
pedoman yang berisi panduan dan penjelasan yang dibutuhkan oleh penilai dan
yang dinilai, suasana yang kondusif serta tersedia sebuah mekanisme dimana
tiap karyawan mengetahui kepada siapa tempat bertanya, dsb.
Dalam hal ini briefing harus meliputi
tujuan dan manfaat penilaian kinerja, dimensi penilaian dan metode yang
digunakan, wawancara penilaian kinerja dan hasil penilaian.
Pelatihan menjamin keefektifan
wawancara penilaian. Dalam pelaksanaannya sebaiknya ada pemisahan
antara pelatihan tentang sistem dan prosedur dengan penjelasan tentang sistem
penilaian agar sasaran untuk memperkenalkan sistem ini dapat tercapai
|
Output
Perlu ada kejelasan hasil penilaian
seperti dampak, manfaat, resiko serta tindak lanjut dari rekomendasi penilaian.
Selain itu perlu diketahui apakah hasil penilaian ini berhasil meningkatkan
kualitas kerja, motivasi kerja, etos kerja dan kepuasan kerja karyawan yang
akhirnya akan merefleksi pada peningkatan kinerja perusahaan.
Pengertian
Pengembangan mencakup aktivitas
pembelajaran yang tidak harus berkaitan dengan pekerjaan karyawan pada saat
ini. Pengembangan membantu karyawan menyiapkan diri untuk posisi lain
dalam perusahaan, dan meningkatkan kemampuan mereka untuk berpindah dalam suatu
pekerjaan yang barangkali belum ada pada saat ini. Pengembangan juga
membantu karyawan mempersiap-kan diri untuk merubah pekerjaan mereka pada saat
ini sebagai akibat dari adanya teknologi baru, desain pekerjaan, pelanggan
baru, atau pasar produk baru.
Karir memiliki banyak arti. Arti
karir yang popular barangkali apa yang direfleksikan oleh suatu ide, yaitu
bergerak menuju atas pada garis pekerjaan yang dipilih seseorang.
Tercakup pula dalam pengertian ini adalah bahwa karir, membuat banyak uang, memiliki
lebih banyak tanggung jawab, dan kepemilikan status yang lebih tinggi, prestise
dan kekuasaan.
Pengembangan Karir
Pengembangan karir dapat didefinisikan sebagai:
·
Suatu usaha formal, terorganisasi dan
terencana untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan karir individu dan
tuntutan angkatan kerja organisasional.
·
Suatu usaha yang terus-menerus secara
formal dilakukan oleh organisasi yang berfokus pada pengembangan dan pengayaan
sumber daya manusia organisasi, dalam rangka memenuhi kebutuhan baik individu
maupun organisasi.
Sistem Pengembangan Karir
Menurut Bernardun dan Russell (1998),
suatu sistem pengembangan karir yang efektif harus berusaha mengintegrasikan
serangkaian perencanaan karir individual dan aktivitas manajemen karir
organisasional yang melibatkan karyawan.
1. Komponen Sistem Pengembangan karir
Menurut Byars dan Rue (1997) ada
empat langkah dasar yang harus diikuti agar implementasi program pengembangan
karir berhasil. Keempat langkah tersebut adalah:
- Penilaian oleh individu tentang kemampuan, interes, dan sasaran karir mereka
- Penilaian oleh organisasi tentang kemampuan dan potensi individu
- Komunitas pilihan dan peluang karir dalam organisasi
- Bimbingan karir untuk merancang sasaran yang realistis dan rencana untuk mencapainya
2. Penilaian Individu
Organisasi dapat memanfaatkan berbagai
sumbr daya yang ada disekitarnya sebagai bahan penilaian
3. PenilaianolehOrganisasi
Untuk melakukan penilaian suatu organisasi sebaiknya tidak tergantung hanya pada satu sumber informasi saja, tetapi menggunakan sebanyak mungkin informasi yang
Untuk melakukan penilaian suatu organisasi sebaiknya tidak tergantung hanya pada satu sumber informasi saja, tetapi menggunakan sebanyak mungkin informasi yang
4. Mengkomunikasikan
Pilihan Karir Untuk merancang sasaran karir yang realistis, karyawan harus
mengetahui pilihan dan peluang yang tersedia. Organisasi
dapat melakukan beberapa hal untuk memfasilitasi adanya kesadaran tersebut.
5. Bimbingan
Karir Bimbingan karir merupakan aktivitas yang mengintegrasikan langkah-langkah
berbeda dalam proses perencanaan karir. Bimbingan karir dapat
dilaksanakan oleh atasan langsung karyawan, spesialis sumber daya manusia atau
kedua-duanya.
Evaluasi Kinerja
Evaluasi kinerja
adalah suatu metode dan proses penilaian dan pelaksanaan tugas seseorang atau
sekelompok orang atau unit-unit kerja dalam satu perusahaan atau organisasi
sesuai dengan standar kinerja atau tujuan yang ditetapkan lebih dahulu.
Evaluasi kinerja merupakan cara yang paling adil dalam memberikan imbalan atau
penghargaan kepada pekerja.
Tujuan evaluasi
kinerja adalah untuk menjamin pencapaian sasaran dan tujuan perusahaan dan juga
untuk mengetahui posisi perusahaan dan tingkat pencapaian sasaran perusahaan,
terutama untuk mengetahui bila terjadi keterlambatan atau penyimpangan supaya
segera diperbaiki, sehingga sasaran atau tujuan tercapai. Hasil evaluasi
kinerja individu dapat dimanfaatkan untuk banyak penggunaan.
Peningkatan
kinerja
Pengembangan
SDM
Pemberian
kompensasi
Program
peningkatan produktivitas
Program
kepegawaian
Menghindari
perlakuan diskriminasi
Tujuan Penilaian kinerja
Ada pendekatan ganda terhadap
tujuan penilaian prestasi kerja sebagai berikut:
1.
Tujuan Evaluasi
Hasil-hasil penilaian prestasi
kerja digunakan sebagai dasar bagi evaluasi reguler terhadap prestasi
anggota-anggota organisasi, yang meliputi:
a.
Telaah Gaji. Keputusan-keputusan kompensasi yang mencakup kenaikan merit-pay,
bonus dan kenaikan gaji lainnya merupakan salah satu tujuan utama penilaian
prestasi kerja.
b.
Kesempatan Promosi. Keputusan-keputusan penyusunan pegawai (staffing)
yang berkenaan dengan promosi, demosi, transfer dan pemberhentian karyawan
merupakan tujuan kedua dari penilaian prestasi kerja.
2.
Tujuan Pengembangan
Informasi yang dihasilkan oleh
sistem penilaian prestasi kerja dapat digunakan untuk mengembangkan pribadi
anggota-anggota organisasi, yang meliputi:
a. Mengukuhkan Dan Menopang Prestasi Kerja. Umpan balik
prestasi kerja (performance feedback) merupakan kebutuhan pengembangan
yang utama karena hampir semua karyawan ingin mengetahui hasil penilaian yang
dilakukan.
b. Meningkatkan Prestasi Kerja. Tujuan penilaian prestasi
kerja juga untuk memberikan pedoman kepada karyawan bagi peningkatan prestasi
kerja di masa yang akan datang.
c. Menentukan Tujuan-Tujuan Progresi Karir. Penilaian
prestasi kerja juga akan memberikan informasi kepada karyawan yang dapat
digunakan sebagai dasar pembahasan tujuan dan rencana karir jangka panjang.
d. Menentukan Kebutuhan-Kebutuhan Pelatihan. Penilaian
prestasi kerja individu dapat memaparkan kumpulan data untuk digunakan sebagai
sumber analisis dan identifikasi kebutuhan pelatihan.
Faktor-Faktor Penilaian kinerja
Tiga
dimensi kinerja yang perlu dimasukkan dalam penilaian prestasi kerja, yaitu:
1. Tingkat kedisiplinan karyawan sebagai suatu bentuk
pemenuhan kebutuhan organisasi untuk menahan orang-orang di dalam organisasi,
yang dijabarkan dalam penilaian terhadap ketidakhadiran, keterlambatan, dan
lama waktu kerja.
2. Tingkat kemampuan karyawan sebagai suatu bentuk
pemenuhan Kebutuhan organisasi untuk memperoleh hasil penyelesaian tugas yang
terandalkan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas kinerja yang harus
dicapai oleh seorang karyawan.
3. Perilaku-perilaku inovatif dan spontan di luar
persyaratan-persyaratan tugas formal untuk meningkatkan efektivitas organisasi,
antara lain dalam bentuk kerja sama, tindakan protektif, gagasan-gagasan yang
konstruktif dan kreatif, pelatihan diri, serta sikap-sikap lain yang
menguntungkan organisasi.
2. MENGELOLA KEANEKARAGAMAN DALAM ORGANISASI
Keragaman di tempat kerja mengacu pada berbagai perbedaan antara orang-orang
dalam suatu organisasi. Kedengarannya sederhana tetapi mencakup keragaman ras
jenis kelamin kelompok etnis usia kepribadian gaya kognitif kepemilikan fungsi
organisasi pendidikan latar belakang dan banyak lagi. Manfaat Keanekaragaman
Tempat Kerja
Kesuksesan organisasi dan daya saing tergantung pada kemampuannya untuk merangkul keragaman dan menyadari manfaat. Ketika organisasi secara aktif menilai penanganan mereka tentang masalah keragaman di tempat kerja mengembangkan dan mengimplementasikan rencana keragaman beberapa manfaat dilaporkan seperti
Peningkatan kemampuan beradaptasi
Organisasi mempekerjakan tenaga kerja yang beragam dapat menyediakan berbagai besar solusi untuk masalah dalam pelayanan sumber dan alokasi sumber daya. Karyawan dari berbagai latar belakang membawa bakat individu dan pengalaman dalam mengusulkan ide-ide yang fleksibel dalam beradaptasi dengan pasar dan permintaan pelanggan yang berfluktuasi.
Layanan yang lebih luas jangkauan
Sebuah koleksi beragam keterampilan dan pengalaman misalnya bahasa pemahaman budaya memungkinkan perusahaan untuk memberikan layanan kepada pelanggan secara global.
Berbagai sudut pandang
Sebuah tenaga kerja yang beragam yang terasa nyaman berbagai poin berkomunikasi pandang menyediakan kolam yang lebih besar dari ide-ide dan pengalaman. Organisasi dapat menarik dari kolam itu untuk memenuhi kebutuhan strategi bisnis dan kebutuhan pelanggan secara lebih efektif.
Lebih efektif eksekusi
Perusahaan yang mendorong keragaman di tempat kerja menginspirasi semua karyawan mereka untuk melakukan kemampuan mereka tertinggi. Perusahaan-lebar strategi kemudian dapat dijalankan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi laba dan laba atas investasi.
Tantangan Keberagaman di
Tempat Kerja
Mengambil keuntungan penuh dari manfaat keragaman di tempat kerja bukan tanpa tantangan. Beberapa tantangan-tantangan tersebut
Komunikasi – hambatan persepsi budaya dan bahasa perlu diatasi untuk program keragaman untuk berhasil. Tidak efektif komunikasi hasil tujuan utama dalam kebingungan kurangnya kerja sama tim dan moral rendah.
Resistensi terhadap perubahan – Selalu ada karyawan yang akan menolak untuk menerima kenyataan bahwa susunan sosial dan budaya dari tempat kerja mereka berubah. The kita selalu melakukannya dengan cara ini keheningan mentalitas ide-ide baru dan menghambat kemajuan.
Pelaksanaan keragaman dalam kebijakan tempat kerja – ini dapat menjadi tantangan utama untuk semua pendukung keragaman. Bersenjata dengan hasil penilaian karyawan dan data penelitian mereka harus membangun dan menerapkan strategi yang disesuaikan untuk memaksimalkan efek dari keberagaman di tempat kerja khusus mereka bagi organisasi.
Sukses Pengelolaan Keanekaragaman di Tempat Kerja – Keanekaragaman pelatihan saja tidak cukup untuk rencana manajemen organisasi Anda keragaman. Suatu strategi harus dibuat dan dilaksanakan untuk menciptakan budaya keragaman yang menembus setiap departemen dan fungsi organisasi.
Direkomendasikan langkah-langkah yang telah terbukti sukses di organisasi kelas dunia adalah
Pengembangan keanekaragaman dalam rencana kerja – Memilih penyedia survei yang menyediakan pelaporan yang komprehensif adalah keputusan kunci. Laporan yang akan menjadi awal dari keanekaragaman struktur Anda dalam rencana kerja. Rencana tersebut harus komprehensif dapat dicapai dan terukur. Sebuah organisasi harus memutuskan perubahan apa yang perlu dibuat dan batas waktu untuk perubahan yang akan dicapai.
Pelaksanaan keragaman dalam rencana kerja – Komitmen pribadi tim eksekutif dan manajerial adalah suatu keharusan. Pemimpin dan manajer dalam organisasi harus memasukkan kebijakan keragaman ke dalam setiap aspek fungsi dan tujuan organisasi. Sikap terhadap keragaman berasal di atas ke bawah dan filter. Kerjasama dan partisipasi manajemen diperlukan untuk menciptakan budaya yang kondusif bagi keberhasilan rencana organisasi Anda.
Keragaman direkomendasikan dalam solusi tempat kerja meliputi Menangkal resistensi perubahan dengan inklusi. – Libatkan setiap karyawan mungkin dalam merumuskan dan melaksanakan inisiatif keragaman di tempat kerja Anda. Menumbuhkan sikap keterbukaan dalam organisasi Anda. – Mendorong karyawan untuk mengungkapkan ide-ide dan pendapat mereka dan atribut rasa nilai yang sama untuk semua. Mempromosikan keragaman dalam posisi kepemimpinan. – Praktek ini menyediakan visibilitas dan menyadari manfaat dari keberagaman di tempat kerja. Memanfaatkan pelatihan keragaman. – Gunakan sebagai alat untuk membentuk kebijakan keragaman Anda. Meluncurkan survei kepuasan karyawan disesuaikan yang menyediakan pelaporan yang komprehensif. – Gunakan hasil tersebut untuk membangun dan menerapkan keragaman sukses dalam kebijakan tempat kerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar